Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Kaum Sarungan Merupakan Media Edukasi Santri Dalam Menulis di Era Melenial Baik Yang Berhubungan Dengan Agama Maupun Umum.

Ilmu Nahwu

Daftar Isi [Tampil]

 Ilmu Nahwu


kaumsarungan.my.id - Ilmu Nahwu, nahwu suatu disiplin ilmu yang merupakan  bagian dari salah satu cabang ilmu alat atau tata bahasa arab, disamping itu nahwu dikenal dengan abul ulum yang artinya ayah dari segala ilmu. karna dari ilmu nahwu dan shorof ini lahir sebuah ilmu-ilmu yang lain seperti fiqih, akhlaq, tarikh, tauhid, hisab atau matematika dan ilmu-ilmu yang lainnya. bagi seorang muslim mempelajari bahasa arab adalah keharusan yang tidak boleh tidak untuk mempelajarinya.




Ruang Lingkup Ilmu Nahwu

Dalam ruang lingkup ilmu nahwu yang dibahas diantaranya adalah hal-hal yang melatarbelakangi disusunnya ilmu nahwu, tujuannya serta perkembangan ilmu nahwu dari era ke era hingga hari ini.




Definisi Ilmu Nahwu 


Ilmu Nahwu ialah ilmu yang membahas tentang hubungan antara satu kata dengan kata lain dan tentang bagaimana membuat kalimat dan juga mengenai perubahan atau tanpa perubahan harakat akhir kata dari sisi i’rab dan bina’nya.




Subjek Ilmu Nahwu
 

Subjek Ilmu Nahwu ialah kata (کلمة ) dan kalimat (جملة ). Dalam Ilmu Nahwu: kata (کلمة ) dibahas dan dipelajari dari aspek bagaimana atau seperti apa harakat akhirnya dalam kalimat (جملة ). Kalimat (جملة ) dibahas dari aspek relasi atau hubungan antara satu bagian dan bagian lainnya serta kaitannya dengan bagian lain ucapan (کلام ).




Faidah Ilmu Nahwu

Terjaga dan terhindar dari kesalahan dalam pengucapan dan penulisan




Mu’rab (معرب ) dan Mabni (مبنی )


Dalam bahasa Arab, kata (کلمة ) dari satu sudut pandang dibagi menjadi dua bagian: 


1. Mu’rab (معرب ): suatu kata yang akhirnya menerima perubahan atau pergantian dikarenakan amil-amil yang datang kepadanya. Misalnya kata سَعید dalam kalimat berikut: جاءَ سَعیدٌ – رَأَیتُ سَعیدًا – سمعتُ مِن سعیدٍ

2. Mabni (مبنی ): suatu kata yang akhirnya tetap dan tidak mengalami perubahan atau pergantian kendati amil-amil yang datang kepadanya berbeda-beda, seperti kata هذا pada kalimat berikut ini: جاءَ هذاَ – رَأیتُ هذا – سمعتُ مِن هذا




Bina’ (بِناء ) dan Pembagiannya


Bina’ (بِناء ) adalah tetap dan tidak berubahnya ‘harakat akhir’ kata mabni (مبنی ). Kata-kata mabni ada empat bagian: 

  •  Mabni dengan dhammah نَحنُ – مُنْذُ
  •  Mabni dengan fathah رُبَّ – أَنتَ
  •  Mabni dengan kasrah لِ - اَمْسِ
  •  Mabni dengan sukun مِنْ - اَنْتُمْ 



Perhatian: Kata-kata mabni yang diakhiri dengan (و) (ى) (ا) adalah mabni dengan sukun. seperti: إلی (mabni dengan sukun) dan فِی (mabni dengan sukun).





I’rab (إعراب ) dan Pembagiannya


I’rab (إعراب ) ialah tanda akhir kata mu’rab (معرب ) yang selalu mengalami perubahan dan terdiri dari empat bagian: 


Rafa’ (رَفعٌ ): suatu kata (کلمة ) yang memiliki rafa’ disebut marfu’ (مرفوعٌ ). Seperti kata سَعِیدٌ dan يَضْرِبُ pada kalimat berikut: جَاءَ سَعِیدٌ – یَضرِ بُ زَيْدٌ



Nashab ( نَص ب ): suatu kata (کلمة ) yang memiliki nashab disebut manshub (منصوب ). Seperti kata یَضربَ dan سَعیدًا pada kalimat berikut: رأیتُ سَعیدًا – أن یَضربَ سَعی د


Jar (جرٌّ ): suatu kata (کلمة ) yang memiliki jar disebut majrur (مجرور ). Seperti kata سَعیدٍ pada kalimat berikut: سَمعتُ مِن سَعیدٍ


Jazm (جزمٌ ): suatu kata (کلمة ) yang memiliki jazm disebut majzum (مجزوم ). Seperti kata یَضر ب pada kalimat berikut: لِيَضْرِبْ زَيْدٌ



Catatan: di antara keempat i’rab rafa’, nashab, jar dan jazm, i’rab jar adalah khusus untuk isim (إسمٌ ) dan i’rab jazm khusus untuk fi’il (فعل ). Adapun i’rab rafa’ dan nashab adalah untuk isim (إسمٌ ) dan fi’il (فعل ).